Drama Mesin Cuci

A: Halo…

B: Salah sambung, pak!

A: Apa sih, bu? Orang saya belum ngomong apa-apa kok udah salah sambung aja…

B: Iya, ini kan bukan telepon. Ini mesin cuci. Mau nyuci pak?

A: Jangan panggil saya pak. Saya bukan opak.

B: Yaudah, kamu saya siram yah?

Langsung saja orang pertama disiram oleh orang kedua disaksikan oleh pihak berwajib dan warga sekitar yang kebetulan sedang bekerja bakti.

A: Ini apa sih, kenapa saya disiram secara tiba-tiba? Saya mau kamu laporin ke satpam? Hah.. kok kebalik? Satpam mau kamu saya laporin? Hah.. au ah capek!

B: Saya cuma mau membuktikan kalau kamu bukan opak ataupun sejenis keluarga kerupuk lainnya yang apabila disiram akan mengeluarkan suara mendesis dan melembek secara perlahan dan pasti. Tapi semua itu mungkin salahku atau aku yang terlalu curiga padamu. Aku tak tahu tapi sepertinya aku yakin dalam lubuk hatimu yang terdalam aku pernah menjadi bagian dari hidupmu walaupun cuma sebentar.

A: Mungkin sekarang aku sudah lupa mengapa aku begini karena terdistraksi hal-hal baru yang aku ketahui tapi kau tidak? Apa itu benar?

B: Ssssssssssshhhhhhhhhhhhhh…….

Perlahan tapi belum pasti, oknum kedua mendesis dan melembek seperti ciri-ciri yang pernah ia sebutkan sebelumnya.

A: Kenapa jadi kau yang mendesis dan melembek? Aku seperti kebingungan menghadapi situasi ini padahal kamu bukan siapa-siapa. Bolehkah aku pergi untuk tidak peduli dan sejenak membeli rokok walaupun itu membunuhku?

B: Karena aku adalah sejenis keluarga kerupuk, sedikit air yang kusiram tadi terpercik ke tubuhku dan hal ini membuatku demikian. Aku menyirammu untuk pembuktian kedua apakah kamu sama sepertiku atau tidak. Ternyata kita beda dan kau lebih memilih untuk membunuh dirimu sendiri daripada orang lain.

A: Apa kamu sudah selesai dengan kelakarmu yang membuat kupingku mendengar apa yang tidak ingin ku dengar? Selamat tinggal. Aku akan tutup telepon ini dan aku janji aku akan bertingkah seolah-olah tidak terjadi apa-apa. Grek!! (Ceritanya suara telepon ditutup)

B: Tuh kan, aku bilang juga apa. Kamu bahkan melupakan sesuatu yang kubilang. Walaupun itu sepele buatmu, tapi itu fatal buatku.

A: Apa itu?

B: Ini bukan telepon. Ini mesin cuci.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s